DPR RI Soroti Isu Rekrutmen Polri: Titipan atau Bayaran, Majelis Dzikir Prabowo RI-1 Ingatkan Pentingnya Dzikir & Amal Agama

RI1tv.com Jakarta – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR RI dengan Pimpinan Tertinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berlangsung pada hari Selasa, 31 April 2026 pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Utama Komisi III Kompleks Parlemen Jakarta berjalan dalam suasana serius, terbuka, dan penuh tanggung jawab, dengan kedua belah pihak fokus mengangkat berbagai fenomena krusial yang terjadi di lapangan terkait integritas institusi kepolisian.
Dalam rapat pertemuan yang dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk Ketua Komisi III DPR RI, Wakil Ketua Polri, perwakilan fraksi partai, dan perwakilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), muncul kekhawatiran mendalam terkait praktik yang tidak sesuai prosedur dalam rekrutmen anggota Polri. Anggota DPR mengungkapkan bahwa terdapat kecenderungan fakta yang didukung oleh laporan dan data lapangan mengenai adanya jalur “titipan” melalui pejabat terkait, serta pungutan uang dengan nilai yang bervariasi untuk memperoleh kesempatan menjadi anggota polisi, berbagai temuan dan kecurigaan disampaikan secara terperinci. Mulai dari praktik “titipan” calon anggota Polri melalui jalur kekuasaan, pungutan uang yang berkisar antara puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk memperoleh kesempatan masuk akademi kepolisian, hingga kasus nyata di mana oknum polisi yang seharusnya bertugas mencegah penyebaran narkoba justru terlibat sebagai bandar, dan aparatur yang seharusnya menegakkan hukum malah terjerat dalam jaringan mafia hukum yang merusak kepercayaan publik, ujar Safaruddin Anggota Komisi III DPRI dengan tegas.

Anggota DPR yang mewakili fraksi Partai Keadilan Sejahtera dalam rapat tersebut menyatakan bahwa kondisi yang diungkapkan bukan sekadar tuduhan, melainkan kecenderungan fakta yang didukung oleh laporan penyelidikan internal Polri dan data dari Bawaslu serta KPK, yang membutuhkan evaluasi mendalam bersama oleh para petinggi Polri, pemangku kepentingan bangsa, dan para pendidik nasional untuk membangun kembali mental dan spiritual anak bangsa Indonesia.
Menanggapi hal ini secara langsung dalam sesi diskusi yang sama, Presiden Majelis DZikir Prabowo RI 1 Habib Salim Jindan Baharun menekankan pentingnya Dzikir Amal Agama, pendidikan berbasis nilai agama, integritas yang tidak bisa dinegosiasikan di setiap instansi negara, dan profesionalisme dalam pekerjaan yang selalu dijiwai dengan kesadaran akan tujuan akhir hidup. “Tanamkan selalu Dzikir ingat Allah dan Dzikir ingat kematian, karena Dzikir inilah kunci dan benteng kita untuk menjadi orang baik, pekerja baik, operator negara baik, serta penegak hukum yang baik,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh pengharapan.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta rapat bahwa hidup dunia ini sesaat dan akhirat adalah yang kekal abadi. “La ilaha illallah – tidak ada alasan bagi kita untuk sombong atau lupa diri. Selama ini kita dilindungi oleh rahmat Allah yang besar, maka mengapa institusi yang memiliki peran krusial seperti Polri justru memiliki celah yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab? Ini adalah tanggung jawab bersama kita semua,” tegasnya.
Majelis DZikir Prabowo RI 1, yang juga dikenal sebagai Majelis DZikir RI 1 dan memiliki jaringan aktivitas di seluruh pelosok Indonesia, menegaskan bahwa pembangunan mental dan spiritual yang benar-benar Dzikir mengamalkan amal agama adalah kunci utama untuk menjadikan bangsa Indonesia hebat dan sukses. “Hanya dengan amal agama yang konsisten kita bisa menjadi pejabat yang baik, tanpa korupsi, amanah, jujur, dan adil. Hanya dengan landasan agama yang kokoh, Indonesia akan menjadi negara yang maju dan mencapai masa emasnya pada tahun 2045 seperti yang kita cita-citakan,” tandasnya.
Majelis Dzikir RI-1 dan Majelis Dzikir Prabowo RI-1 menyatakan siap berkontribusi dalam membangun mental dan spiritual anak bangsa Indonesia, karena menurutnya hanya dengan Dzikir amal agama yang konsisten bisa menjadikan bangsa hebat, pejabat yang amanah dan bebas korupsi, serta membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang.
Pada akhir rapat, disepakati untuk membentuk tim kerja bersama lintas institusi yang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen Polri, serta mengembangkan program pembinaan spiritual yang akan diterapkan secara menyeluruh bagi seluruh anggota dan calon anggota kepolisian. (RI1tv.com jakarta)
