PRESIDEN PRABOWO RI-1 TEGAS BERI PERINGATAN KERAS KEPADA PANGLIMA TNI DAN KAPOLRI SELURUH JAJARANNYA: JANGAN PERNAH MEMBACKING PENGUSAHA BESAR YANG BERMASALAH!
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RI1TV.COM | JAKARTA – Pernyataan tegas dan bersejarah kembali dilontarkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu. Di hadapan langsung pimpinan tertinggi pertahanan dan keamanan negara, yaitu Panglima TNI dan Kapolri beserta jajaran petinggi lainnya, Beliau menyampaikan arahan yang sangat lugas, keras, dan penuh peringatan ; “Bapak Panglima TNI, Bapak Kapolri, dan seluruh jajaran pimpinan serta anggota aparat keamanan dan penegak hukum yang saya cintai dan saya banggakan. Saya sampaikan ini dengan sangat serius, dengan ketegasan hati nurani, dan demi keselamatan serta kemajuan negara kita tercinta ini.
Saya tidak mau dengar lagi, saya tidak mau lihat lagi, dan saya tidak akan izinkan lagi hal ini terjadi di negara kita: Ada aparat, ada petugas, ada pengemban amanah yang tidak menegakkan hukum, tidak menegakkan keadilan, dan tidak menegakkan kebenaran.
Saya tegaskan kepada kalian semua, khususnya kepada Panglima TNI dan Kapolri: TIDAK BOLEH LAGI ADA YANG MEMBACKING, MELINDUNGI, ATAU MENJADI ALAT BAGI KAPITALIS, PENGUSAHA BESAR, ATAU PIHAK MANAPUN YANG MELANGGAR HUKUM DAN MERUGIKAN RAKYAT.
Ini budaya yang salah, budaya yang jahat, dan budaya yang harus kita musnahkan dari bumi Indonesia. Jangan sampai kekuatan, senjata, seragam, dan wewenang yang kalian pegang ini digunakan untuk melindungi kepentingan segelintir orang kaya atau perusahaan besar yang serakah. Ingatlah: kekuatan itu milik rakyat, dibayar oleh uang rakyat, dan ada untuk membela rakyat, bukan untuk menindas mereka.
Sering saya lihat dan saya terima laporan: aparat dipakai, disewa, dikuasai oleh kapitalis-kapitalis tertentu. Mereka jadi pelindung, jadi pengawal, bahkan jadi penekan bagi rakyat yang berani protes atau menuntut haknya. INI TIDAK BOLEH TERJADI LAGI! Budaya ini harus berhenti sekarang juga.
Semua aparat, dari yang tertinggi sampai yang terendah, harus punya satu tujuan: MATI UNTUK RAKYAT, BEKERJA UNTUK RAKYAT, MEMBELA KEPENTINGAN RAKYAT. Jangan malah sebaliknya, menjadi penindas rakyat, menjadi musuh bagi orang kecil, dan menjadi tameng bagi orang kuat.
Negara kita ini sangat kaya. Kita punya tanah yang subur, air yang melimpah, hutan yang luas, dan kekayaan alam yang luar biasa banyaknya. Semua itu adalah titipan Tuhan dan hak seluruh rakyat Indonesia. Harus kita amankan, harus kita jaga, dan harus kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.
Saya peringatkan sekali lagi dengan sangat keras: Siapa pun aparat yang kedapatan melindungi kejahatan, melindungi penyelundupan, melindungi perampasan tanah atau kekayaan rakyat, atau melindungi perusahaan yang merusak lingkungan dan menyengsarakan orang banyak, SAYA TIDAK AKAN MAAFKAN. Saya minta Panglima dan Kapolri bertindak tegas, tidak ada kompromi, tidak ada toleransi.
Ingat tugas utama kalian: Jadilah pelindung, jadilah pengayom, jadilah penegak kebenaran. Hukum harus tegak sama rata, tidak peduli siapa orangnya, tidak peduli seberapa besar perusahaannya, tidak peduli seberapa kaya dan berkuasanya dia. Di depan hukum, semuanya sama. Yang benar harus dibenarkan, yang salah harus diperbaiki dan ditindak.
Ini pesan saya, ini amanah saya, dan ini arahan tegas saya. Jalankan dengan jujur, dengan berani, dan dengan penuh tanggung jawab. Demi Allah, demi negara, dan demi rakyat Indonesia yang kita cintai.”

DUKUNGAN DAN TANGGAPAN RESMI MAJELIS DZIKIR PRABOWO 1
Melalui Kantor Pengacara Presiden Majelis Dzikir Prabowo 1, dukungan penuh dan tanggapan resmi disampaikan langsung oleh Pimpinan Pusatnya, Habib Salim Jindan Baharun. Beliau adalah seorang praktisi hukum yang memiliki jam terbang pengalaman hampir mencapai 30 tahun, yang telah lama berkiprah, bergelut langsung di dunia advokasi, dunia penanganan perkara, serta turun langsung ke lapangan menangani berbagai macam kasus hukum dari yang paling ringan hingga yang paling berat dan kompleks. Berbekal pengalaman panjang dan keahlian hukum yang mendalam itulah, Beliau memberikan dukungan bulat, analisis hukum yang tajam dan akurat, serta pesan mendalam sebagai langkah pencegahan dini.
Analisis Hukum: Cara Kerja “Mafia” Penegak Hukum
Habib Salim Jindan Baharun menguraikan secara rinci pola kerja yang selama ini sering dilakukan oleh oknum-oknum nakal di tubuh Polri maupun TNI yang melanggar amanah, berdasarkan fakta-fakta hukum yang sering Beliau temui selama bertahun-tahun menangani perkara:
1. Melindungi Pengusaha atau Perusahaan Besar Secara Ilegal:
Oknum ini mengubah fungsi dan tugasnya menjadi pelindung berbayar. Mereka menggunakan seragam, wewenang, dan kekuatan negara untuk memastikan Pengusahan perusahaan besar yang mereka lindungi bebas dari gangguan, bebas dari sanksi, dan bebas dari proses hukum, meskipun perusahaan itu terbukti melakukan pelanggaran, merusak lingkungan, atau merugikan hak hidup warga. Secara hukum, ini adalah Penyalahgunaan Wewenang dan pelanggaran berat terhadap sumpah jabatan, yang diancam pidana penjara.
2. Menghalangi & Menghentikan Proses Hukum:
Ketika ada laporan atau bukti yang kuat, mereka sengaja mencari celah teknis, mempersulit proses, atau bahkan diam-diam memerintahkan agar kasus dihentikan dan tidak dilanjutkan. Akibatnya keadilan mati, hukum tumpul bagi yang kuat, dan tajam hanya bagi rakyat kecil. Ini jelas merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang merugikan negara dan masyarakat luas.
3. MENGKRIMINALISASI SERTA MENGINTIMIDASI SAKSI DAN PELAPOR:
Cara kerja yang paling kejam, jahat, dan melanggar hak asasi adalah dengan cara: Mereka justru berusaha MENGKRIMINALISASI (menjadikan seolah-olah bersalah, membuat perkara palsu) serta melakukan tekanan, ancaman, dan MENGINTIMIDASI kepada para saksi kunci maupun para pelapor yang jujur. Tujuannya agar saksi dan pelapor merasa takut, terancam nyawanya atau keluarganya, sehingga mereka menarik keterangan, diam saja, atau berhenti melapor. Perbuatan ini adalah kejahatan berat yang merusak sendi utama penegakan kebenaran dan keadilan.

Indikasi Nyata di Pasuruan, Jawa Timur
“Berdasarkan data, fakta lapangan, dan laporan yang kami terima, pola-pola jahat seperti ini saat ini sedang terjadi dan terindikasi sangat nyata di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Di sana terlihat jelas kecenderungan oknum penegak hukum memihak dan melindungi kepentingan pengusaha perusahaan besar, sementara rakyat negara yang menjadi korban, saksi, maupun pelapor yang jujur, justru terkesan sekali dikriminalisasi, dan mau diintimidasi dengan laporan polisi yang di buat Pengusaha. Jika ini benar-benar terjadi, ini sangat memalukan dan harus ditindak tegas sesuai arahan Bapak Presiden,” tegas Habib Jindan Baharun.
PESAN PENTING: DZIKIR INGAT ALLAH & INGAT KEMATIAN, BEKAL UTAMA PENEGAK HUKUM
Bagian yang paling mendalam dan menjadi inti pencegahan dini yang disampaikan Habib Salim Jindan Baharun adalah ajakan yang terus-menerus dari Majelis Dzikir RI-1, Majelis Dzikir Prabowo RI-1, ditujukan kepada seluruh penegak hukum, terutama di tubuh Polri.
“Selaku praktisi hukum yang sudah puluhan tahun turun ke lapangan, saya tegaskan: kunci keberhasilan dan kemuliaan tugas ada di hati. Kami dari Majelis Dzikir Prabowo 1 mengajak, menyeru, dan mengingatkan terus menerus kepada seluruh aparat, terutama anggota Polri: SENANTIASALAH BERZIKIR MENGINGAT ALLAH SWT DAN BERZIKIR MENGINGAT KEMATIAN.”

“Ini sangat penting dan menjadi kunci segalanya. Ketahuilah wahai saudara-saudaraku: Allah-lah yang telah memberi kita kehidupan, Allah yang telah menyelamatkan kita dari berbagai bahaya, dan Allah yang menjaga kita sampai detik ini. Kita masih hidup, sehat, dan diberi amanah jabatan semata karena rahmat Allah yang luar biasa besarnya, bukan karena kekuatan atau hebatnya diri kita sendiri.”
“Dan ingatlah selalu kematian. Hidup di dunia ini hanyalah sementara, sangat pendek, dan akan berlalu seperti mimpi. Sedangkan kehidupan di akhirat itu kekal, abadi, dan berlaku selamanya. Tiada Tuhan selain Allah (La ilaha illallah). Ketahuilah dengan sangat sadar: Jabatan itu hanya titipan, hanya sementara, suatu saat pasti akan dilepas dan ditinggalkan. Tidak ada yang dibawa mati kecuali amal perbuatan.”
“Maka sadarlah wahai para penegak hukum, sadarlah wahai para pemimpin. Tanamkanlah selalu zikir, ingat Allah dan ingat mati di dalam hati sanubari kalian. Inilah benteng terkuat supaya kita bisa menjadi manusia yang AMANAH, JUJUR, BERLAKU ADIL, benar-benar memihak kepada rakyat, memihak kepada umat, dan memihak kepada bangsa ini sepenuh hati. Kalau sudah ingat Allah dan ingat mati, insya Allah kita takut berbuat salah, takut korupsi, takut dzalim, karena sadar kita sedang diawasi oleh Allah Yang Maha Melihat, dan suatu saat pasti akan dimintai pertanggungjawaban yang sangat berat di hadapan-Nya.” pungkas Habib Salim Jindan Baharun dengan penuh harapan.
(Rilis Resmi: Majelis Dzikir Prabowo 1 / Kantor Pengacara Presiden Majelis Dzikir Prabowo 1)

Penulis admin
Media Dakwah, Media Informasi RI1, Istana, Pemerintah dan Penegakkan Hukum, Fungsi Kontrol Sosial Dakwah Kemasyarakatan, The Power Of Dzikir, Konsultan Hukum & Spritual, Advokasi dan Mediasi berbasis Usaha Dakwah dan Iman.

Saat ini belum ada komentar